comment my blog jika tak ingin seperti ini

Minggu, 06 September 2009

Juara Tiga, Pedrosa Sudah Maksimum

Dani Pedrosa harus puas finis di posisi tiga pada MotoGP San Marino, ketika Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo berurutan tampil sebagai juara dan runner up. Meski demikian, Pedrosa mengaku sudah maksimum.

Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Misano, Minggu (6/9/2009), Pedrosa mengawali balapan dengan baik. Start dari posisi dua, ia berhasil menyalip Rossi untuk memimpin lomba.

Namun, posisi tersebut hanya bisa ia pegang sampai lap ketujuh. Akibat terlalu lebar dalam mengambil tikungan, Pedrosa harus merelakan dirinya disalip Rossi yang sampai akhir balapan tak tergoyahkan posisinya.

Sudah turun ke posisi dua, pembalap tim Honda ini masih harus disalip oleh Lorenzo pada 13. Lagi-lagi akibat dirinya terlalu melebar ketika membelok. Akhirnya ia pun harus puas finis di posisi tiga.

Tak hanya bermasalah dengan tikungan, motor Pedrosa juga terus melambat menjelang akhir balapan hingga akhirnya mati ketika ia sudah finis. "Sejak awal saya membuat beberapa kesalahan di tikungan. Pada akhirnya saya beruntung karena motor saya berhenti begitu saja setelah lewat finis," ujarnya di Autosport.

"Saya tak tahu apakah ini karena masalah bahan bakar atau masalah lain, tetapi saya beruntung bisa menyelesaikan lomba ini," tandasnya.

Rider 23 tahun ini pun menyatakan bahwa dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin. Hanya saja, dengan motornya yang melambat, diakuinya sangat sulit untuk mengejar Rossi dan Lorenzo.

"Saya sudah maksimum untuk balapan ini. Saya sudah berusaha yang terbaik dan saya berusaha tetap menguntit mereka pada awal balapan. Namun sejak pertengahan balapan saya melambat dan mereka justru semakin cepat," tukasnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KELIHATANNYA ANDA SUKA SEKALI DENGAN BUBUR AYAM INI

Seorang pelanggan bubur ayam yang sedang menikmati makanannya mendapatkan sebuah sekrup dalam mangkuk buburnya, tapi ia tidak menghiraukan sekrup tsb mungkin karena enaknya rasa bubur itu. Hari berikutnya seperti biasa dia datang lagi, sial betul hari itu ia mendapatkan lagi sebuah paku kecil dalam mangkuknya tapi ia tetap bersikap tenang & menikmati hidangannya. Bertahun-tahun sudah ia berlangganan bubur tersebut walaupun seringkali ia mendapatkan benda-benda keras dalam mangkuknya. Pada suatu hari ia terjadilah perbincangan antara keduanya :Pedagang bubur, ” Kelihatannya anda suka sekali dengan bubur ayam saya ini, enak ya?Pelanggan, “Sebenarnya sih tidak, tapi gara-gara bubur ayam bapak ini sekarang saya sudah punya toko bangunan!!”.

Pengikut